Pada 25 November, MA Masyithah Jember melaksanakan peringatan Hari Guru Nasional dengan suasana hangat dan penuh penghargaan. Perayaan yang sederhana namun sarat makna ini menjadi wujud nyata implementasi kurikulum berbasis cinta, sebuah pendekatan pembelajaran yang menempatkan kasih sayang, penghargaan, dan hubungan yang penuh empati sebagai fondasi utama proses pendidikan.
Dalam momentum ini, siswa-siswi kelas 11 memberikan hadiah simbolis berupa bolpoin dan permen kepada para guru sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih atas bimbingan yang diberikan selama ini. Meskipun sederhana, hadiah tersebut mencerminkan ketulusan dan perhatian yang mendalam dari para siswa kepada para pendidik mereka.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Senyum guru dan antusiasme siswa terlihat jelas—menandakan bahwa hubungan guru dan murid di MA Masyithah bukan hanya sebatas interaksi akademik, tetapi juga hubungan emosional yang saling menghargai. Praktik ini menjadi contoh kecil dari penerapan nilai kasih sayang, empati, dan penghormatan kepada guru sebagai bagian dari budaya sekolah.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa peran guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendampingi, membentuk karakter, dan menuntun peserta didik menuju kedewasaan spiritual dan intelektual. Di sisi lain, kemampuan siswa untuk memberi apresiasi, sekecil apa pun bentuknya, merupakan pencapaian penting dalam pendidikan nilai dan akhlak.
Dengan semangat Hari Guru Nasional, MA Masyithah terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang hangat, berkarakter, dan berlandaskan cinta—melanjutkan tradisi keilmuan yang tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga keluhuran budi.
